MEDITASI (Edisi VIII/Apr/19)


Meditasi itu
SEDERHANA
namun kitalah yang
membuatnya menjadi
SULIT
*
-JB- 






MENELADANI SIKAP MEDITATIF MARIA

Meditasi merupakan hal yang tidak lepas dari kehidupan kita di Postulat ini. Hampir setiap pagi kita melakukan meditasi bersama, meditasi yang kita lakukan setiap pagi memang kelihatan sederhana , diawali dengan sebuah rumusan doa memohon penerangan Roh Kudus, dilanjutkan dengan mendengarkan bacaan injil, kemudian kita memasuki keadaan hening. Saat-saat hening merupakan pusat dari meditasi kita, dimana pada saat itu kita merenungkan dan  merefleksikan bacaan yang baru saja didengar dan kita diminta untuk secara sadar hadir secara jasmani maupun rohani dihadirat Allah. Meskipun kelihatan sederhana tetapi sangat sulit bagi kita sendiri untuk mewujudkan meditasi yang ‘benar-benar’ meditasi, dimana terkadang ketidakfokusan membuat kita melamun dan ‘ngelantur’ bahkan meditasi kita tak jarang menjadi waktu tambahan untuk terlelap.
Dalam Injil kita dapat mencontoh sikap meditatif melalui teladan Maria. Maria seorang wanita yang saleh lagi taat senantiasa tenggelam dalam perkara-perkara Tuhan, ia selalu merenungkan segalanya dalam hati, segala sesuatu yang tidak ia mengerti dan bahkan mustahil baginya senantiasa disimpan di dalam hati dan direnungkan seperti yang tertulis dalam injil “Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Lukas, 2:19). Melalui sikap diam dan merenung Maria menemukan jawaban-jawaban dari apa yang menjadi gejolak dalam batinnya, disaat salam malaikat sampai ketelinganya Maria terkejut dan bertanya-tanya dalam hatinya tentang arti dari salam itu, ia tidak menanyakan langsung arti salam itu melainkan menyimpanya dalam hati dan mencari penerangan melalui sikap sadar bahwa ia hidup dihadirat Allah dan jawaban dari segala pertanyaan itu akan ia dapatkan dari Allah, melalui sikap merenung ini Maria menjadi pribadi yang mampu mengolah segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dalam sikap meditatif serta menemukan penerangan dan jawaban atas semuanya itu.
Melalui teladan Maria, kita dapat menyimpulkan bahwa sikap-sikap penyerahan diri, fokus, dan kesadaran bahwa kita berada dihadirat Allah menjadi hal yang penting dalam bermeditasi. Melalui teladan Maria pula kita belajar untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan dalam hidup kita melalui sikap merenung. Maria telah menjadi model bagaimana kita mempergunakan hati sebagai tempat untuk berjumpa dengan Allah, bukan hati untuk menyimpan rasa dendam dan dengki yang malah menjauhkan kita dari Allah. Meditasi kita hendaklah menjadi meditasi yang hidup, meditasi yang terus berlanjut dalam perjalanan hidup kita, bukan hanya meditasi yang menjadi rutinitas dan dibatasi oleh waktu tertentu melainkan meditasi yang menyatu dengan hidup kita. *Jose




RESEP BERMEDITASI YANG NIKMAT
                Halo vox PSM lovers, jumpa lagi ni di vox edisi VI yang mengangkat tema tentang MEDITASI ni lovers. Oke sebelum berbicara jauh tentang meditasi alangkah baiknya lovers tahu dulu ni apa itu meditasi. Medi tasi adalah proses yang sederhana dimana kita berusaha menjadi tenang sehingga mampu mengalami damai Allah di dalam diri pribadi masing-masing dan pandangan lain juga mengatakan bahwa meditasi adalah sebuah sarana untuk menjalin relasi yang mesra dengan Allah. Nah lovers udah tahu ni kan apa arti meditasi itu, tapi ngomong-ngomong lovers udah tahu belum cara bermeditasi itu gimana?. Oke ini tips bermeditasi yang mudah dan pasti manjur buat vox lovers:
1. Hening: Suasana hening sangat-sangat membantu dalam menjalankan meditasi ni lovers, karena dengan suasana yang hening hati menjadi tenang untuk bermeditasi.
2. FokusPikiran: harus terfokus kepada Tuhan ni lovers, kalau pikiran tidak fokus maka meditasi akan jadi sia-sia dan malah melantur kemana, seperti menghayal ni lovers
3. Nafas & Duduk: Pola nafas dan cara duduk sangat mempengaruhi kelancaran bermeditasi ni lovers. Pola nafas yang baik saat bermeditasi ialah dengan menarik nafas dengan perlembut atau pelan dan hembuskan melalui mulut dengan perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara ya lovers. Cara duduk yang baik seperti bersila, berlutut ,duduk di kursi ataupun           dingklik itu salah satu cara duduk yang baik saat bermeditasi, tapi tergantung lovers dalam memilih cara      duduk asalkan lovers enak, santai dan tenang dalam menjalani meditasi tanpa sibuk memperbaiki cara duduk.
            Nah lovers sudah tahukan cara bermeditasi yang mudah, jika lovers melakukan meditasi hasil yang didapat ialah:
1. Menjadikan lovers peka, peduli dan action terhadap orang lain, serta mampu menjaga tutur kata.
2. Belajar untuk menjadi hening ni lovers, terutama keheningan batin pada diri lovers (seperti tidak ada kegelisahan dalam hati).     
Dan pesan akhir dari saya buat lovers jika ingin bermeditasi yaitu ciptakan suasana hening atau mencari tempat yang hening dan pikiran harus fokus jangan ngelantur loh ya lovers. *Frans
                                                                            
                                                    
                                                                                                                            
 

Bisikan penuh makna
Jengkalan kaki melangkah pelan
Jalur demi jalur tanpa suara
Demi menggapai segenggam bisikan
Bisikan manis penuh makna
          Duduk bersilah, melapangkan dada
          Mengarahkan hati pada setetes suara
          Melenyapkan angan akan cantiknya puela
          Mendambakan kasih dari yang tak kelihatan
Tak ku hiraukan dentuman suara
Yang detik demi detik datang membayang
Tak ku hiraukan getaran mata
Yang berkali-kali ingin menyelam
          Ku lelehkan hatiku sampai terbakar
          Sampai sekuntum kata tak mampu kudengar
          Ku arahkan hatiku pada yang tak kelihatan
          Demi menggali sejuta makna yang berakar
Hembusan kata dari yang ku dambakan
Menghangat jiwa dengan secangkir makna
makna hembusan itulah yang kudambakan
demi penerangan menuju masa depan
*Rivan senang

                               
 

Roda Ilahi

Meditasi secara etimologi berasal dari kata Meditari yang artinya merenungkan, meresapkan dan mengunyah. Pada dasarnya meditasi adalah jalan hidup spiritual menuju Tuhan, karena saat ini begitu banyak teori dan pengertian tentang meditasi menjadi tanda bahwa meditasi merupakan suatu kegiatan spiritual yang sulit dipahami, diselami dan dimengerti. Tetapi jika dilihat dengan kaca mata yang lebih tajam, meditasi membantu setiap orang untuk memiliki tujuan utama yakni menemukan identitas diri kemudian menemukan Tuhan.
            Mata tertutup, sikap duduk tegak, dan pernafasan teratur sudah menjadi gerakan utama dalam bermeditasi terutama dalam menjalani kehidupan di postulat, sikap tubuh memang sudah pas, tetapi realita yang terjadi bahwa gerak tubuh lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan pikiran. Pengalaman ret-ret bulan lalu saya rasakan sebagai sebuah saat yang sangat sempurna dalam bermeditasi, di mana alam yang bersahabat, kesunyian dan keheningan diri menjadi motivasi yang membangkitkan semangat untuk berjumpa dengan Allah. Meditasi membutuhkan suasana keheningan baik dalam diri maupun di luar diri (lingkungan).
Meditasi saya simbolkan sebagai sebuah “Roda” yang selalu berputar dalam diri, membawa kita kepada suatu perjalanan rohani yang menarik antara masa lalu dan masa depan serta membawa setiap orang kepada kepenuhan hidup menuju Allah. Jari-jari roda (Pelang) mewakili setiap pergulatan batin, akan tetapi pergulatan batin yang berbeda tetap berada pada poros roda yakni Kristus sendiri. Seperti yang diketahui bahwa poros roda tidak begerak atau diam, disanalah terdapat keheningan yang membawa ketenangan. Perjalanan rohani ini menggambarkan begitu banyak persoalan-persoalan dalam diri seseorang.
Esensi dari meditasi adalah menemukan sumber hidup yang berasal dari segala sumber yakni Allah. Salah satu cara mengatasi hambatan dalam meditasi adalah dengan mengikuti terus ke mana pikiran berjalan dan berusaha untuk menepi dari perjalanan panjang itu dan di saat kita menepi itulah kita mampu bermeditasi atau dalam kata lain menjadi “Penunggu di pinggir jalan” hanya mengamati proses pikiran, kemudian mencari tujuan dan orientasi utama dalam bermeditasi. Keheningan menjadi kunci utama. *Alfredo Kevin

 

Komentar