CINTA (Edisi III/Feb/19)

GEMA SABDA:

PERBUATAN CINTA  

...janganlah kamu kahwatir tentang apa dan bagaimana yang seharusnya kamu katakan untuk membela dirimu”( Luk 12: 8-12 ).
 
       Kerap kali kita ditanya apakah kita mencintai orang-orang yang dekat dengan kita, jawaban apa yang akan kita berikan? Jika menjawab ya, maka dengan apakah kita membuktikan? Apakah dengan kata-kata indah atau kalimat indah, semata sudah menjadi bukti yang nyata? Tentu belum. Tindakan yang muncul dari prilaku, sikap serta emosi dalam memperlakukan orang lain lebih nampak dari sekedar kata-kata. Tindakan menjadi bukti yang lebih kuat untuk menyatakan bahwa kita harus mencintai tanpa harus berkata-kata dan dinyatakan dalam tindakan ataupun perbuatan.
       Kita dipanggil untuk mengikuti jejak Kristus, demikian halnya juga kita berusaha untuk mengikuti kehadiran Yesus sebagai Allah, buakan semata-mata melalui kata-kata saja, akan tetapi juga melalui tindakan kita atau tingkah laku kita. Sebagaimana yang telah kita pelajari tentang pribadi Yesus yang menjadi idola kita bagi kita yang terpanaggil. Yesus tidak perlu menyatakan bahwa Ia melakukan muzijat, akan tetapi orang lain yang melihat perbuataNya yang dalam kuasa Roh Kudus, Ia berkata-kata, mengakui bahwa Ia adalah Allah.
       Kita sebagai murid Kristus sekaligus sebagi agen cintaNya patut sekiranya untuk meneladani serta terinspirasi pada apa yang telah dilakukan oleh Yesus. Kita mencintai dengan menimba ilmu dari Yesus, megalirkannnya bersama doa dan membagikannya kepada sesama melalui perbuatan kita. Kita tidak perlu lagi mengkewahtirkan kalimat indah apa yang akan kita pilih untuk menunjukkan peran dan kesetiaan kita sebagai pengikut yang mencintaiNya. Kita cukuplah mencintai sesama dan mencintai Allah, yang dinyatakan dalam perbuatan dan diteguhkan oleh roh kudus berdasarkan Firman yang telah menjadi pedoman kita dalam menjalani panggilan hidup. “My Love For You is a Journey, Starting et Forever and Ending et Never!!!”*) Siktus 




Cintailah Panggilanmu
Karena
Panggilanmu adalah Cinta
*)Marcel



LENSA:
Foto: Perpisahan bersama Sdr. Felix   





  
Foto: Sebelum berangkat orientasi di novisiat



KONFERENSI:

TELADAN CINTA YESUS

P
ada mulanya Allah menciptakan manusia atas dasar cinta. Dia menjadikan manusia untuk menguasai dan mengusahakan semua ciptaan-Nya. Bahkan menjadikan manusia makhluk istimewa dengan menciptakannya serupa dan segambar dengan Allah. Dalam sejarah, sekalipun manusia sering jatuh dalam dosa dan meniggalkan Allah, namun Dia tetap setia dengan mengutus para nabi-Nya dan abdi-abdi-Nya. Puncak kebaikkan cinta Allah adalah dengan mengutus putera-Nya untuk menyelamatkan manusia. Yesus sebagai pemenuhan janji Allah kepada manusia yaitu akan datang Raja yang akan membebaskan umat-Nya.
            Puncak pemenuhan cinta Allah tampak dalam peristiwa penyaliban. Salib Kristus bukan hanya sekedar penderitaan. Bahkan dipandang sebagai kutukkan dari Allah. Dan dengan berani konsekuensi ini diambil Yesus untuk menyelamatkan manusia. Daya kekuatan yesus terletak pada cinta kasih-Nya yang besar bagi umat Allah dan ketaatan-Nya kepada Bapa. Dia menyebutkan manusia seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Karena itu, Dia ingin menjadi gembla sekalipun harus memberikan nyawa-Nya.
             Secara tersirat Yesus menjangkitkan cinta kasih Allah kepada manusia melalui teladan hidup-Nya. Dia tampak sebagai manusia lemah, lahir, hidup, menderita, dan wafat. Pada akhirnya Yesus pun mengutus seluruh umat Allah untuk saling berbagi cinta kasih kepada sesamanya. Cinta kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, mencintai keadilan dan kebenaran serta sabar menaggung segala sesuatu(1 Kor 13:1-13). Berkarya dengan setulus hati, apapun tugas dan tanggung jawab yang diembankan, itulah yang dapat kita lakukan. Salib atau penderitaan akan selalu menghampiri, namun setiap orang yang dengan setia memikul salibnya, demi menyebarkan cinta kasih Allah dalam diri sesamanya akan memperoleh keselamatan(bdk. 1 Kor 1:17, Mat 20:19).
            Pada dasarnya, sebagai pengikut jejak Kristus sudah menjadi kewajiban untuk menyebarkan cinta kasih Allah kepada sesama. Bukan menyebarkan kecurigaan terhadap sesama, kepada sesama. Tuntutan ini tidak terlepas dari sikap penyerahan diri kepada Allah, agar tidak selalu mengeluh dalam usaha menjadi agen cinta Allah. Segala sesuatu dimulai dengan memberi kesaksian hidup yang baik dan benar. Tidak perlu dengan perkara besar cukup mulai dengan hal-hal sederhana dan tanpa pandang bulu tentunya. Agen cinta Allah bukan manusia bertopeng yang memainkan peran orang lain, lalu menghindari salib yang harus dipikul. Agen sejati adalah dengan menjadi pribadi yang baik dan membagikan kebaikan itu kepada sesama(siapa saja) dengan hati tulus. *) Kenar
  


SERBA-SERBI:

HIDUP ADALAH CINTA

Seorang gadis cantik berusia 18 yang bernama Vista Lifenia dari keluarga Kristen sederhana mengatakan bahwa “Hidup ini adalah cinta”. Vista tinggal di sebuah kota kecil di Indonesia yang bernama Gunungsitoli. Vista mengatakan bahwa hidup itu harus berjalan dalam dasar cinta kalau tidak maka hidup ini terasa berjalan berat sekali ibarat kendaraan yang memikul beban berat dan berjalan ditempat yang sulit (Selhvyzth).
Setiap kali saya bercerita kepada gadis itu saya merasa nyaman dan tidak tersinggung dengan respon yang ia utarakan karena dia respon dengan penuh kasih, walaupun kisah tentang dia dan aku tidak terlalu panjang, namun satu yang saya temukan yang tidak pernah saya temukan di antara gadis-gadis lain  yang pernah saya dekati adalah suatu perkataan yang menyentuh hati saya ialah “Hidup adalah cinta kasih dan hidup tanpa cinta kasih tidak ada artinya.
Hidup adalah cinta dan cinta adalah hidup. Hidup tanpa cinta itu mati. Cinta adalah sebuah ungkapan kasih yang sering kali kita utarakan kepada orang yang kita sayangi atau orang yang dekat kita. Cinta tidak mengharapkan lebih dari kita selain dari kejujuran, kesetiaan, pengampunan dan keikhlasan.
Dalam perjalanan hidup ini, kita seringkali dengan mudah mengatakan panjang lebar tentang cinta kasih,  namun kadangkala itu hanya kata indah yang sesungguhnya kita tidak mengerti dan bahkan kita bingung dalam melaksanakan atau mewujudkan cinta kasih kepada sesama apalagi kepada teman atau orang yang selalu membuat kita emosi dan terganggu, itu semua karena kita sebenarnya tidak memahami arti cinta yang sesungguhnya. Kita mungkin mengenal dengan baik akan cinta kasih itu namun kita cenderung hanya untuk bisa memaparkannya namun untuk mewujudkan hal itu kita gagal. Jika memang begitu, maka sadar atau tidak sadar sikap seperti itu merupakan ungkapan egoisme kita yang secara tidak langsung kita ungkapkan dan tidak mau keluar dari egoisme itu.
Dalam surat Yohanes tertulis “Barang siapa mengatakan ia mengasihi Allah tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta karena bagaimana mungkin ia mengasihi Allah yang tidak kelihatan tetapi dia membenci saudaranya sendiri yang dilihatnya, tidak mungkin menhasihi Allah yang tidak kelihatan”. (I Yoh 4:20-21)
Oleh karena itu marilah kita saling mengasihi satu sama lain supaya kita tidak hanya mengenal dan bisa berkata tentang cinta kasih tetapi marilah kita benar-benar mewujudkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah tandanya orang yang benar-benar percaya akan Kristus bahwa kita hidup dalam damai yang penuh kelimpahan cinta kasih persaudaraan. Karena hidup ini bermakna dalam cinta karena hidup adalah cinta dan cinta ada di dalam hidup. Semoga Tuhan memberkati kita. Amin! *) Sefer

Apabila  cinta memanggil, ikutilah walau jalan yang harus kalian lalui, terjal dan berliku... 



SESTRA: 

JIKA IA SEBUAH CINTA

 jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta
,
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...
                                                                         *)NN


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEDITASI (Edisi VIII/Apr/19)